Indosat Obral 4.000 Menara, Telkom & Grup Djarum Kepincut Nih

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 February 2021 16:00
Dok: Telkom

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) untuk kembali melepas kurang lebih 4.000 menara telekomunikasi yang diumumkan pertengahan bulan ini ternyata menarik minat dari sejumlah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi.

Dua peminatnya, meski tak terang-terangan disampaikan adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Kedua perusahaan ini merupakan pembeli setia dari menara-menara yang dilepas oleh Indosat. Setelah pada 2019 lalu kedua perusahaan ini juga menjadi pembeli dari total 3.100 menara yang dilepas oleh perusahaan telko yang saat ini dikendalikan oleh induknya asal Qatar ini.


Nilai pembelian 3.100 menara tersebut mencapai Rp 6,39 triliun. Dari 3.100 menara, 2.100 di antaranya diambil oleh Mitratel dan sisanya diambil oleh Protelindo.

Vice President Corporate Communication Telkom Indonesia Pujo Pramono menyebut terus membuka peluang untuk pengembangan bisnis secara inorganik. Ini termasuk untuk menambah menara telekomunikasi.

"Telkom beserta anak-anak perusahaannya, termasuk Mitratel, senantiasa terus menjajaki peluang pengembangan bisnis secara inorganik, termasuk di industri menara telekomunikasi. Kami terbuka untuk melakukan aksi korporasi yang memberi nilai tambah bagi perusahaan dan para pemegang saham," kata Pujo kepada CNBC Indonesia, Rabu (24/2/2021).

Dia menyebutkan, perusahaan akan menyampaikan kepada publik apabila telah terjadi kesepakatan material atas aksi korporasi yang sedang berlangsung.

"Semua langkah strategis yang diambil tentunya bertujuan untuk meningkatkan performansi dan profitabilitas Telkom Group ke depannya," imbuhnya.

Sejalan dengan itu , Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari mengatakan menambah jumlah menara telekomunikasi, baik organik maupun anorganik merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Sehingga perusahaan akan mengambil peluang dan mengevaluasi kesempatan yang ada.

"Strategi bisnis TOWR memang mencakup tumbuh dengan organik atau inorganik. jadi kami selalu berusaha untuk mengevaluasi setiap kesempatan ya," kata Adam dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia hari ini.

Adapun bagian dari rencana bisnis perusahaan di tahun ini adalah menambah 2.000-3.000 menara di tahun ini. Secara keseluruhan, perusahaan telah menyiapkan dana Rp 3,25 triliun untuk belanja modalnya (capital expenditure/capex) di tahun ini.

Strategi bisnis inorganik ini bisa dibilang gencar dilakukan oleh perusahaan milik Grup Djarum ini. Lantaran di tahun lalu Protelindo juga memborong 1.642 menara dari PT XL Axiata Tbk (EXCL). Total pembelian menara tersebut mencapai Rp 2,21 triliun.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Mitratel, strategi pengembangan bisnis inorganik ini juga dilakukan di dalam grup. Pada Oktober tahun lalu melakukan pembelian sebanyak 6.050 menara telekomunikasi senilai Rp 10,3 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading
e-sports 体育新闻| 8868体育| 8868体育| 体育新闻>| <蜘蛛词>| <蜘蛛词>| <蜘蛛词>| 8868体育| 8868体育| 8868体育|